"Mimpi adalah faktor pembeda antara orang hidup dengan orang mati". (Anonim)
Seringkali
lingkungan mencemooh tatkala kita mengutarakan tentang
keinginan-keinginan yang bagi mereka dianggap terlalu muluk alias lebay.
" jangan mimpi deh kamu!" begitulah kira-kira ungkapan yang sering mereka
ucapkan. Sehingga apabila kita tidak kuat mental, ibarat bunga layu
sebelum berkembang, mimpi itu pudar sebelum kita sempat melakukan action
untuk
mewujudkannya. Padahal ketika kita mampu mengelola mimpi secara positif,
maka mimpi itu akan menjadi kekuatan yang mampu mendorong kita untuk
bergerak maju. Mimpi mampu memberikan kita motivasi untuk melakukan semua upaya mewujudkannya. Mimpi adalah sebuah tujuan atau sebuah visi
yang
menjadi pijakan untuk menetapkan langkah-langkah strategis. Purdhi E.
Chandra ( pendiri Primagama ) pernah menyebutkan dalam sebuah artikelnya
bahwa mimpi adalah bagian visi kita yang akan menjadi blue print
dari sebuah kenyataan. Bahkan dikatakan rejeki yang kita inginkan bisa mengikuti mimpi
kita. Dalam banyak realitas, rejeki itu sering berbanding lurus dengan
mimpi kita. Ini wajar dan sangat rasional karena biasanya orang yang mempunyai mimpi
cenderung memiliki energi berlebih dalam melakukan upaya-upayanya.
Sepanjang
kita masih bernafas jangan pernah takut bermimpi, jangan takut dianggap
abnormal untuk melakukan upaya-upaya mewujudkannya. Memang pada awalnya
kebanyakan pemimpi itu dianggap "Gila" oleh lingkungan yang tidak
mensupportnya. Banyak contoh orang besar dan sukses berangkat dari mimpi
yang membuat mereka dicap "abnormal". Sebut saja
Supeno "si Pembelah Bukit".
Lelaki dusun dari Kabupaten Kediri yang hanya jebolan SR ini pada awalnya juga
banyak dicibir oleh orang-orang disekitarnya ketika mencetuskan ide dan
mimpinya untuk membelah bukit dikampungnya dan memasang saluran air
bersih bagi warga sekitarnya. Tetapi dia bergeming, karena ia merasa prihatin dengan kondisi
lingkungannya yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih dimana warga
harus memutar sejauh 2 km menuju sumber mata air Rau-Rau yang memang
letaknya terhalang bukit. Sedangkan jatah air bersih dari pemerintah
cuma datang seminggu sekali setiap hari rabu (dan katanya warga disana dulu mandinya ya tiap hari rabu itu).
Dengan niatan, kenekatan dan kerja kerasnya yang tumbuh karena
impiannya untuk memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan air
bersih, dia melakukan hal yang inspiratif yaitu berupaya mewujudkan
semuanya dengan biaya pribadi tanpa bantuan siapapun termasuk pemerintah
sekalipun. Pada awalnya banyak yang menganggap dia nggak waras karena
menghambur-hamburkan uang untuk misi yang mustahil bagi ukuran warga
sekitar, apalagi Supeno sendiri bukan termasuk orang yang berlimpah
materi. Namun setahun berselang, kerja keras, kesabaran dan pengorbanan
Supeno terbayar. Pada tahun 1991 semua warga yang ada di dusun tersebut
bisa menikmati air bersih tanpa harus jauh-jauh berjalan memutari bukit
melainkan langsung dari rumah mereka karena Supeno juga membuatkan
saluran air ke rumah warga dengan pipa paralon kecil. Atas prestasinya
ini Supeno menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden RI (dan masih banyak penghargaan yang lainnya).
Supeno hanya segelintir contoh nyata dari orang-orang yang sukses karena kekuatan mimpi. Sudah terbukti mimpi
mampu merubah dunia. Mimpi mampu menghadirkan kekuatan bagi pemiliknya.
Namun mimpi tidak akan memberikan dampak apapun dan hanya akan
tetap sebatas angan-angan kalau kita bersikap pasif dan tidak mau melakukan
usaha untuk mewujudkannya. Memang tidak mudah, semuanya memerlukan
perjuangan dan pengorbanan. Sering kita mengalami kegagalan,
tapi kita harus pantang berhenti, anggaplah itu sebagai proses belajar
menuju kesuksesan. Toh disitulah letak kenikmatan yang sesungguhnya,
kelak ketika kita bisa mencapai kesuksesan dalam mewujudkan mimpi kita.
Akan ada banyak cerita perjuangan yang dramatis nan inspiratif yang akan
lebih menarik untuk kita ceritakan pada anak cucu.
by: Ahmad Munir
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar